Warga Desa Manting Jatirejo Minta Petinggi Polri, Tindak Lanjuti Keluhan Warga Terkait Galian C

Kab. Mojokerto, beritaterbit.com – Warga Desa Manting, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur beberapa pekan terakhir mengaku resah.

Keresahan tersebut dikarenakan adanya kegiatan aktivitas Galian C, yang diduga belum mengantongi ijin atau ilegal dan mereka berharap serta meminta kepada Petinggi Polri untuk menindaklanjuti keluhan warga.

Demikian yang disampaikan Zainul Abidin, salah satu Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Menting, Desa Manting, Kecamatan Jatirejo, saya memberikan keterangan pers, ke beritaterbit.com dan beberapa awak media lain, di salah satu rumah warga, Senin (12/2/2024).

Menurut Zainul, pihaknya mewakili masyarakat Desa Manting, tidak setuju adanya Galian C yang diduga ilegal, dikarenakan banyak hal negatif yang merugikan warga juga merusak lingkungan, karena adanya Galian C tersebut.

“Karena geografis daerah kami pegunungan dan letak Galian C tersebut dibawah desa kami yang rawan akan terjadinya banjir dan longsor,” ungkap Zainul.

Masih Zainul, lahan yang digali oleh pengusaha adalah lahan hijau yang akan merusak ekosistem berkelanjutan atau Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) kami. Galian C tersebut sangat dekat dengan irigasi persawahan kami.

“Kemudian dampak yang ketiga dengan adanya Galian C tersebut, banyak kerugian yang kami dapatkan, satu-satunya akses dusun kami jadi rusak, akibat truk yang memuat hasil galian yang melebihi kapasitas tonase kemudian,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Anggota BPD Manting, dampak berikutnya yaitu Galian C tersebut sudah lama dan meresahkan warga dan terkesan pembiaran dari oknum pembuat perizinan.

“Jadi desa kami adalah Kawasan Wisata Religi, dimana ada makam Syekh Ahmad Sayid Mardzuki yang ramai akan peziarah dan sering dikunjungi oleh pejabat negara atas Marwah dan kearifan kultur budaya leluhur kami yang terus kami jaga hingga anak cucu kami,” tegas Anggota BPD Manting tersebut.

Dikatakan, seluruh rangkaian kegiatan galian c yang berada di desa kami, tidak ada kemanfaatan dan kemaslahatan buat masyarakat Desa Manting Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto. Maka kami dengan tegas menolak adanya Galian C yang ada di wilayah desa kami.

“Untuk itu kami memohon kepada bapak Kapolres, kepada bapak Kapolda, kepada bapak Kapolri dan juga Mabes Polri untuk menindak lanjuti atau terjun ke lokasi, apabila aktivitas Galian C masih beroperasi di wilayah desa kami,” pungkas Zainul Abidin.

Hasan, salah satu warga Desa Manting, Kecamatan Jatirejo mengatakan, Galian C yang ada di desanya, telah memutus saluran irigasi persawahan.

“Ngene mas, sawah ku nisore kan onok irigasi iku diputus (Begini Mas, sawah saya ada di bawahnya, itu kan ada saluran irigasinya, itu di putus, red). Dadi aku njalok dibalekno maneh seperti asal, sawah ku cek onok banyune (Jadi saya minta dikembalikan lagi, seperti semula, sawah saya biar ada airnya, red),” ucap Hasan.

Menurut Hasan, aktivitas Galian C di Desa Manting, sangat meresahkan dan merugikan masyarakat desa, karena banyak anak kecil sekolah dan jalan itu pasti rusak.

“Sebagai masyarakat saya tidak setuju dan saya berharap agar Galian C segera di tutup dan tidak ada galian selamanya,” tambahnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Nur Ali, juga warga Desa Menting, Kecamatan Jatirejo, menurutnya, kalau bisa aktivitas Galian C di tutup total. Kemudian di Desa Manting tidak boleh ada aktivitas Galian C selamanya.

“Galian C itu harus direklamasi seperti asalnya, karena di situ ada makam atau Pesarean Kramat, yang banyak dikunjungi atau diziarahi warga,” tandas Nur Ali.

Lanjut dikatakan Nur Ali, aktivitas Galian C itu pernah diprotes dan ditutup, namun besuknya sudah buka kembali.

“Ke Pemerintah Desa (Pemdes), tidak ada respon, yang digali itu, sawahnya Pak Kades Supriyo yang masih aktif menjabat,” pungkasnya.

Penulis: Ariyanto

Editor: Wulan

Ruangan komen telah ditutup.