TPID Bengkulu Jamin Pasokan Bapok Aman

Bengkulu, beritaterbit.com – Tim Pengendali Inflasi Daerah Bengkulu pastikan ketersediaan bahan pokok (Bapok) dari pemerintah cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri 1443 Hijriah.

Tim TPID Bengkulu Dinas Ketahanan Pangan, Bersama Bank Indonesia Provinsi Bengkulu bersama Kementrian Pertanian melakukan sidak ke Pasar Panorama, Rabu (20/4) untuk memastikan stok, harga seluruh bahan pokok oleh distributor cukup selama bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu, Sisardi mengatakan, pasokan bapok di Bengkulu saat ini terpantau aman terkendali. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir untuk menghadapi Idul Fitri 1443 hijriah.

“Sejauh ini pasokan Bapok aman dan harganya juga stabil, dari sisi keterjangkauan pun masih terjangkau harganya, dan kita tiap minggu memantau dari neraca itu cukup untuk Provinsi Bengkulu,” ujar Sisardi.

Dinas Ketahanan Pangan selalu memantau serta melihat keamanan dari pada bahan pokok tersebut, dan selalu berkoordinasi dengan distributor, serta Disperindag.

Dari temuan di pasar Panorama kenaikan tak terlalu tinggi masih dikatakan wajar seperti daging ayam, cabai, bawang merah bawang putih dan bahan pokok lainnya.

“Kenaikannya masih wajar dan sedikit, kenaikan seribu rupiah seperti daging ayam dari 37 ribu menjadi 38 ribu,” jelas Kadis Ketahanan Pangan.

Sementara itu, Direktur Irigasi Pertanian, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian Ir Rahmanto, yang langsung mengecek ke Provinsi Bengkulu di pasar Panorama, beliau ingin mamastikan 12 bahan pokok stoknya aman dan harganya tidak memgalami kenaikan yang memberatkan masyarakat.

“Kami sudah keliling melihat 12 bahan pokok, stoknya aman Kenaikannya juga saya kira masih wajar karena permintaan masyarakat tinggi menjelang idul fitri,” terang Rahmanto.

Pihaknya memastikan bilamana ada barang-barang yang tidak ada produksinya di Bengkulu pihaknya kan mengintervensi dengan mendatangkan dari Provinsi lain.

“Dari pantauan kita untuk Provinsi Bengkulu masih aman dan terkendali, kalo nanti misalkan kita tanya pedagang dan barang sukit makan kita akan datangkan antar kabupaten dulu, dan bila Kabupaten kuota masih belum bisa memenuhi makan akan kita datangkan dari Provinsi lain,” imbuhnya.

Dilain sisi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu, Joni Marsius mengatakan bahwa dalam pengendalian inflasindi Provinsi Bengkulu diantaranya pencabutan kebijakan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng yang menyebabkan adanya pergerakan harga yang tidak menentu sehingga akan berpengaruh pada inflasi tahunan.

Dimana dari tindak lanjut dari High Level Meeting(HLM) yang terlah dilaksanakan bulan maret lalu, bagaimana bisa memjangkau ekspektasi masyarakat terutama posisi Ramadan dan idul fitri dimana permintaan barang tinggi tetapi tidak dibarengi dengan stok barang yang memadai dan harga yang stabil.

“Arahan langsung dari Ketua TPID Bengkulu Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah meminta untuk menijau langsung bagaimana stok serta harga-harga Bapok di pasar dan ada baberapa Bapok yang dikhawatirkan menglami kenaikan di bulan Ramadan mulai dari daging ayam, telur, daging sapi, kemudian minyak goreng sama bawang merah dan saat ini semua masih dalam kondisi aman,” tutupnya. (R)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.