SDPM Untuk Pendidikan SMAN 1 Kota Mojokerto Dikeluhkan Walimurid

Mojokerto, beritaterbit.com – Sumbangan Dana Partisipasi Masyarakat (SDPM) untuk Pendidikan SMAN 1 Kota Mojokerto dikeluhkan walimurid.

Sejumlah walimurid, baik dari kelas X, XI  maupun kelas XII, mengeluh dan mengaku keberatan atas dana partisipasi yang ditentukan oleh pihak sekolah.

Informasi yang masuk ke beritaterbit.com menyatakan, selain biaya daftar ulang ada pungutan yang harus dipenuhi oleh walimurid yakni, Sumbangan Dana Partisipasi Masyarakat untuk Pendidikan yang nilainya mencapai angka jutaan rupiah

Imam W Kepala SMAN 1 Kota Mojokerto saat dikonfirmasi mengatakan, semua walimurid sudah menyetujui dan itupun sifatnya tidak wajib.

“Pihak sekolah memberikan layanan keringanan dan pembebasan bagi orang tua atau walimurid yang kurang mampu atau tidak mampu,” jelas Imam saat dikonfirmasi beritaterbit.com di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Masih Kasek, idealnya SDPM untuk Pendidikan itu sebesar Rp 5 juta, karena ada BOS sebesar Rp 1.5 juta, maka pihak sekolah mengusulkan Rp 3.5 juta.

“Namun setelah dirapatkan dengan perwakilan walimurid, komite sekolah dan paguyuban walikelas, disetujui Rp 1.2 juta dan ini boleh diangsur beberapa kali,” terang Imam.

Lebih lanjut dikatakan Imam, persoalan ini sudah kami laporkan ke Kadiknas Provinsi.
“Silahkan ditulis dan saya siap memberikan klarifikasi,” pungkas Imam. (arie)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.