Samsat Tulungagung, Penyerahan BPKB Tenggang Waktu Dua Minggu Diduga Jadi Celah Pungli

Tulungagung, beritaterbit.com – Setiap pemilik kendaraan bermotor wajib melakukan perpanjangan STNK (surat tanda nomor kendaraan) dan pergantian plat nomor setiap lima tahun sekali, hal tersebut harus dilakukan pemilik kendaraan sebagai syarat legalitas pengoperasian kendaraannya.

Namun setelah selesai melakukan proses perpanjangan STNK dan ganti plat nomor kendaraan, pihak Samsat Tulungagung menyerahkan BPKB kendaraan dua minggu kemudian, hal tersebut diduga dijadikan sarana untuk melakukan pungli atau pungutan liar.

Pasalnya, pada penelusuran yang dilakukan oleh awak media ini pada salah satu foto copy yang berlokasi di seputaran Samsat Tulungagung didapati informasi kurang sedap.

S (inisial) sebagai pemilik foto copy yang juga melayani perpanjangan STNK dan ganti plat atau HER, mengungkapkan, HER lima tahunan atau ganti plat nitip di kami BPKB langsung jadi atau langsung diserahkan, dan untuk pengambilan BPKB dan plat nomor cukup disini.

“Kalau HER lima tahunan dan ganti plat nitip di sini gak usah nunggu dua minggu BPKB nya, sekarang nitip, nanti sore BPKB dan plat nomor bisa diambil disini karena untuk mengambil BPKB kami juga dimintai uang tambahan seratus ribu,” ucapnya.

Lanjutnya, “Untuk motor jenis Scoopy tahun 2019 biaya HER lima tahunan dan ganti plat sekitar Rp 860.000, itupun kita cuma mengambil Rp 50.000 katakanlah sebagai upah, setelah itu sisanya masuk ke Samsat,” katanya.

Padahal, pajak pertahun untuk kendaraan bermotor jenis Scoopy tahun 2019 kira-kira sebesar Rp 248.000-an.

Sementara itu, Kanit Regident Iptu Dwi saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada (29/5) terkait hal tersebut, belum memberikan keterangan. Hingga berita ini diterbitkan Iptu Dwi masih bungkam.

Reporter: Agus

Ruangan komen telah ditutup.