Rohidin-Rosjonsyah #Bengkulu Maju# Bengkulu Sejahtera#Bengkulu Hebat#
Browsing Kategori: "cerpen"

cerpen

Balik Ke Bengkulu

Cerpen: Benny Hakim Benardie Aroma amis ikan terasa  menyengat,  saat kereta angin  mendorat melintas  daerah Kota Tua Pasar (Marga) Bengkulu nangterlenakan. Deburan ombak dan teriakan  penarik pukat , masih terngiang di benakku.  “tu…
Baca Lagi...

Menangiskah Gadis Bengkulu di Eropa

Cerpen: Benny Hakim Benardie “Tidurlah Amna, Dang lagi buat pekerjaan kantor. Kamu jangan ke luar pintu, nanti diganggu polisi Inggris yang lagi menggila. Mana Encik Naurinnah kau sama Donga Radja Gendam?” Angin senai-senai berhembus…
Baca Lagi...

Khayal Sang Cawara

Cerpen: Benny Hakim Benardie “Jangan kau bangunkan Cawara  yang sedang dilanda khayal. Biarkan dia larut dalam khayal indah, agar tak menangis saat menghadapi fakta yang ternyata mengerikan”. Tiga orang Calon Wakil Rakyat (Cawara) mirip…
Baca Lagi...

Raun ke Bencoolen Singapura

Cerpen: Benny Hakim Benardie Pekikan pengadu burung dara kian mengusik tidur siangku. Belum lagi suara pukulan kentongan petanda burung sudah mendarat, membuat aku memaksa diri untuk menuju MCK Umum yang tampak antrian…
Baca Lagi...

Cerpen: Rumah Bengkulu

Oleh: Benny Hakim Benardie Sewindu sudah negeri ini tak ramai lagi oleh suara berisik   rintikan hujan, geruduk petir, pekikkan gaduh orang berteriak minta keadilan. Rumah diujung barat semenanjung itu tetap tegak berdiri. Meski sesekali…
Baca Lagi...

Tekijang

Cerpen Benny Hakim Benardie “Masih Kecik Kudo Tembago. La Gedang Kudo Tambangan. Masih Kecik Bemain Cinto, La Gedang Bae Tunangan”.  Kisahko terjadi la lamo nian. Seidak-idaknyo terjadi Tahun 2018, di sebuah rumah kecik idak bepagar,…
Baca Lagi...

Bukit Tapak Paderi Sepenggal Kenangan

“Tak tahu dan diam itu wajar. Bila tahu tapi diam itu, itulah  kezaliman” Oleh: Benny Hakim Benardie Di era tahun 70 hingga 80-an,  usai shalat subuh, tampak bujang gadis  dan anak-anak di Kota Bengkulu, berduyun-duyun menghirup…
Baca Lagi...

Ta’un Sang Caleg

Cerpen: Benny Hakim Benardie Pagi itu Juli 2018, Negeri Bencoolen terasa panas sedari fajar. Entah apa sebabnya, sebulan terakhir cuaca terasa lengket dikulit.  Munkin inilah salah satunya kata pepatah orang tua melayu dahulu, “Panas Tak…
Baca Lagi...

Dunia Sehektar di Negeri Marlborough

Cerpen: Benny Hakim Benardie “ Gunung Yang Engkau Lihat Indah, Sesungguhnya  Tak Seindah Apa Yang Engkau LIhat “ Ceritera ini berawal dari sebuah desa kecil di North Bencoolen, Syamsul kecil tumbuh dan berkembang, seiring tumbang…
Baca Lagi...

Torehan Pena Emak

Cerpen:  Benny Hakim Benardie Kata kunci hidup itu bergerak. Meskipun kita tidak bergerak, kehidupan  akan bergerak dengan sendirinya.  Konsekuensinya, tiada ada yang kebetulan di buka bumi ini. Semuanya kejadian  sudah merupakan…
Baca Lagi...