RSUD Ngudi Waluyo Blitar, Sediakan PCR Guna Genjot Cepatnya Kenaikan Angka Kesembuhan Covid-19

Kabupaten Blitar, Beritaterbit.com – Dalam upaya percepatan penanganan dan memutus mata rantai penyebaran virus Corona di Blitar, RSUD Ngudi Waluyo Wlingi membeli 1 unit alat Polymerase Chain Reaction (PCR) seharga 1,3 milyar.

Untuk informasi, PCR adalah pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri atau virus. Saat ini PCR juga digunakan untuk mendiagnosis penyakit Covid-19, yaitu dengan mendeteksi material genetik virus Corona.

Mengenai hal tersebut, Kasi SDM dan alat medis, dr Tri Wahyuning mengatakan, dengan alat PCR ini, diagnosa pasien akan dapat diketahui dengan cepat terhadap orang yang terpapar bakteri atau virus.

“Karena selama ini, untuk mengetahui hasil positif dan tidaknya pasien yang terpapar virus Corona harus menunggu hasil test swab selama berhari-hari. Ini dikarenakan rumah sakit rujukan seperti RS Umum Ngudi Waluyo Wlingi harus mengirim ke rumah sakit rujukan di Surabaya. Tetapi sekarang, RS Ngudi Waluyo Wlingi telah membeli 1 unit PCR dengan Spek mesin yang sudah sesuai standar PCR”, kata dr Tri Wahyuning yang akrab dipanggil dr Nining, pada Jum’at (10/7/2020).

“Untuk pengoperasian alat ini segera dilegalisasi oleh Dinkes Pemprov Jatim agar pasien khususnya di Kabupatenen Blitar lebih cepat tertangani. 1 unit PCR ini dibeli dari pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RS Ngudi Waluyo sendiri seharga 1,3 milyar. Dengan alat ini diharapkan bisa mempercepat penanganan pasien yang terpapar Corona”, terang dr Nining.

“Kami menilai penting kita punya alat seperti ini. Karena kalau harus selalu mengirim ke Surabaya akan terlalu lama untuk penanganan pasien Corona.

Lebih lanjut dr Nining mengatakan, pihaknya merasa bangga karena dengan alat tersebut pelayanan penanganan pasien Corona khususnya masyarakat Blitar tidak perlu menunggu hasil swab dari luar kota. Tentu ini lebih efektif dan efisien serta hemat anggaran. Memiliki mesin sendiri sangat menguntungkan.

“Rinciannya, untuk biaya pengiriman satu Reagen test swab ke Surabaya membutuhkan dana sekitar 1,8 juta. Dengan punya alat sendiri, kami bisa memangkas biaya pemeriksaan satu reagen 1,1 juta”, terangnya.

“Selain itu dari segi waktu, kalau reagen itu dibawa ke Surabaya butuh waktu dua pekan untuk mendapatkan hasilnya. Dengan punya alat sendiri, material genetik virus Corona bisa diketahui hanya dalam waktu 45 menit hingga satu jam saja. Disini kami punya satu dokter ahli mikrobiologi. 1 unit mesin PCR dengan kapasitas pemeriksaan bisa mencapai 48 reagen per hari. Sudah berapa uang itu bisa dihemat”, paparnya.

Nining kembali mengatakan, prosedur pemeriksaan pasien dengan cara pengambilan sampel lendir atau cairan (Nasofaring) pada bagian hidung dan tenggorokan dan juga bagian antara mulut dan tenggorokan yang diduga terinfeksi virus Corona.

Pengambilan sampel dilakukan dengan metode swab yang waktunya hanya 15 detik dan selanjutnya dari hasil sampel ini akan dilakukan penelitian di laboratorium serta tes SDM analisis dengan dokter ahli biologi menggunakan alat PCR kita”, ungkapnya.

Sementara itu, Dirut Rs Ngudi Waluyo dr.Endah Wiro Utami MMRS saat dikonfirmasi via whatsab berharap, pertama pemeriksaan sebagai dasar diagnosa yang tepat, akan mempercepat proses terapi, sehingga menaikkan angka kesembuhan, yang kedua semakain mempercepat proses tracing, untuk segera memutus rantai penularan dan selanjutnya segera bertindak isolasi dan karantina.

“Dampak akhir harapannya masyarakat semakin sadar pemeriksaan mandiri, untuk melihat statusnya apakah termasuk Orang Tanpa Gejala (OTG). Karena OTG berdampak penularan,” Tegas Endah Woro. Senin (13/07/2020).

Endah Woro juga menambahkan, “dengan adanya PCR ini dirumah sakit Ngudi Waluyo, akan  menaikkan angka kesembuhan untuk pasien diBlitar. Karena sampai pagi ini Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 15 orang,” Pungkasnya.(Team/San)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.