Kepala Syahbandar Bajoe Bantah “Main” Soal GT Kapal, DKP Provinsi Bersuara

Bone, Beritaterbit.comKepala Syahbandar Kabupaten Bone Capt. Ramlah yang ditemui awak media diruang kerjanya menjelaskan mengenai Gross Tonnage (GT) pengukuran kapal dan penerbitan hasil pengukuran yang tidak diberikan kewenangan lebih terkait kapal nelayan, Jumat (2/2/2024).

Pengukuran kapal dilakukan pihaknya serta penerbitan sertifikat hasil pengukuran, Capt Ramlah, kata dia kewenangan itu di Dinas Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan.

“Mengenai masalah pengukuran kapal pihaknya bekerja sesuai SOP dan ketentuan berlaku, Sertifikat pengukuran betul kewenangan syahbandar tapi kalau SPB dan surat ijin kelaikan kapal bukan kami,” tutur Ramlah.

Lanjut dikatakan, sertifikat penerbitan pengukuran hanya sekali saat kapal itu dibangun, ketika pemilik kapal itu merubah sebaiknya dilaporkan agar sertifikat ukur diubah, jelasnya.

Ditanya soal masalah adanya oknum Syahbandar yang kerjasama dengan pengusaha ikan (Juragan) mengenai manipulasi GT kapal Capt. Ramlah secara tegas membantah.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan Muh. Ilyas yang dikonfirmasi media ini Sabtu (3/2/2024) mengatakan, kalau surat ukur dikerjakan Syahbandar di bawah koordinasi Menteri Perhubungan. Untuk surat kelaikan kapal dilakukan Tim KKP yang ada di Untia.

Pemprov menerbitkan surat ijin PPKP (Persetujuan Pengadaan Kapal Perikanan). Kalau ijin-ijin yang pemprov terbitkan tidak pernah sulit.

“Yang sering kendala surat ijin kelayakan karena personil KKP terbatas. Saya sudah usulkan untuk pelatihan dan sertifikasi SDM Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk memudahkan penerbitannya,” ujarnya.

“Yang sering nelayan keluhkan adalah surat ukur kapal untuk pas besar dan pas kecil oleh Syahbandar,” kata Kadis Ilyas.

Lanjut Kadis Ilyas, “Solusinya harusnya perijinan kapal disatukan saja secara kewenangan di KKP atau DKP Provinsi kalau masalah sertifikasi untuk personil pelaksana, bisa melalui pelatihan dan training-training ke KKP, Provinsi atau Kabupaten Kota,” tutupnya.

Penulis: Arur

Editor: Wulan

Ruangan komen telah ditutup.