Jadikan Kota Mojokerto Sebagai Kota Liveble dan Lovable, Pj Walikota Ajukan Rekomendasi Pencabutan Izin Minol

Kota Mojokerto, beritaterbit.com – Dalam rangka menjadikan Kota Mojokerto Sebagai kota yang Liveable dan Loveable, Moh. Ali Kuncoro, Pj Walikota mengajukan rekomendasi pencabutan izin penjual Minuman Beralkohol (Minol) yang ada di Kota Mojokerto.

Semoga pencabutan izin dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) segera terbit, sehingga bisa dilakukan penutupan dan tidak lagi menimbulkan keresahan bagi masyarakat.

Demikian yang dikatakan Mas Pj, sapaan akrab Ali Kuncoro, saat menyerahkan secara langsung rekomendasi pencabutan izin kepada Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN), Isy Karim di Ruang Rapat Dirjen PDN Gedung Utama Kementerian Perdagangan Lantai 8, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2024).

Menurut Mas Pj, ada dua rekomendasi pencabutan izin yang diserahkan kepada Kemendag RI yaitu izin Sub Distributor Minuman Beralkohol untuk PT Pasti Makmur Terus & Lieman Antonie Gunawan/PT Sarijaya 22.

“Toko minuman beralkohol tersebut selain menimbulkan keresahan warga juga terbukti melanggar aturan perundangan. Dalam surat rekomendasi telah kami sampaikan bahwa toko tersebut melanggar Permendag Nomor 20 tahun 2014 Pengendalian dan Pengawasan Terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol tepatnya pasal 28, 29 & 30 serta Peraturan Daerah Kota Mojokerto Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol,” terang Mas Pj.

Lebih lanjut dikatakan Pj. Walikota, dari hasil pertemuan tersebut bahwa Dirjen PDN akan segera menindaklanjuti rekomendasi dari Pemerintah Kota Mojokerto.

“Dirjen PDN akan meneliti kelengkapan dan bukti yang ada sehingga dapat dilaksanakan proses lebih lanjut,” imbuh sosok yang juga menjabat sebagai Kepala Dispora Provinsi Jawa Timur ini.

Mas Pj berharap, izin pencabutan untuk toko minimal beralkohol yang berlokasi di dekat SMP Tamansiswa dan Masjid Al Qodiry ini segera diterbitkan oleh Kemendag.

“Semoga pencabutan izin dari Kemendag segera terbit sehingga bisa dilakukan penutupan dan tidak lagi menimbulkan keresahan bagi masyarakat dan dapat menjadikan Kota Mojokerto sebagai kota yang liveable dan loveable,” pungkasnya. (Adv)

Penulis: Ariyanto

Editor: Wulan

Ruangan komen telah ditutup.