DPRD Kab Blitar, Dari Fraksi Gabungan (GPN) dan Beberapa Fraksi Lain Tolak Rencana Tukar Guling Aset Pemkab dengan An-nisa

Blitar, Beritaterbit.com – DPRD Kabupaten Blitar kembali menggelar rapat paripurna menghenai pandangan fraksi tentang LKPJ  Bupati Blitar tahun 2019. Gelaran rapat yang dipimpin oleh wakil ketua DPRD Kabupaten Blitar dan dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati dan serta beberapa OPD terkait dilaksakan pada Selasa (07/07/2020).

Dalam rapat pandangan fraksi ada beberapa pro dan kontra terkait kinerja dari beberapa OPD dilingkup pemkab Blitar dan tentang tukar guling aset Pemkab Nlitar dengan RS An-nisa yang berada di Kelurahan Kaweron, Kecamatan Talun.

Menurut Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Blitar, Abdul Munib, bahwa paripurna tadi adalah lanjutan paripurna senin (06/07/2020) kemarin terkait prnyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap pengantar Bupati laporan pertanggungjawaban APBD 2019 dan tentang tukar menukar aset tetap Pemkab Blitar dengan RS An- nisa.

“Dalam rapat tadi yang sudah menyatakan menolak ada fraksi gabungan terkait tukar guling aset Pemkab dengan An-nisa, dan fraksi yang lain masih mempertimbangkan dan mengkaji sesuai dengan perundang-undangan tentang tukar guling, sedangkan fraksi PKB sendiri masih belum berpendapat (absten),” ungkap Munib. Selasa (07/07/2020).

Lebih lanjut Politisi dari PKB ini menambahkan, saya sependapat mengkaji dulu terkait hal tersebut. Jadi yang sudah kita kaji dulu, jangan menambah materi lagi.

“Jadi mengkaji tentang tukar menukar aset yang dulu semisal Jatilengger yang sampai sekarang masih menyisakan persoalan ini, kita menyelesaikan terlebih dahulu yang lama, jangan menambah lagi yang nantinya malah menimbulkan masalah baru lagi. Untuk PT An-nisa kita tangguhkan dulu namun bila diteruskan harus sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” terang Munib.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Blitar yang juga ketua fraksi gabungan Gerakan Pembangunan Nasional (GPN) yang terdiri dari Gerindra, PPP, Nasdem dan PKS  mengatakan, An-nisa bermaksud lahan yang bersebelahan dengan PT An-nisa bisa ditukar guling dengan lahan kepunyaan rumah sakit tersebut ditempat yang lain.

“Yang kita ketahui bahwa aset Pemkab yang akan ditukar guling nilai dari itu sekitar 46 juta, dan akan ditukar dengan lahan dari An-nisa yang secara tempat letak geografis lebih baik dan lebih luas dan nilainya lebih tinggi. Tapi jangan lupa bahwa untuk menuju proses tersebut membutuhkan biaya yang mahal juga. Seperti kita harus menggunakan apraisal, juga melakukan penelitian keafsahan kepemilikan tanah tersebut. Dan itu butuh pembahasan terlebih dulu membentuk pansus, terkait hal itu butuh biaya dan waktu yang sangat panjang,” papar Mujib.

Mujib kembali mengatakan, trus Pemkab Blitar masih mempunyai pekerjaan rumah yang harus diselesaikan seperti Jatilengger dari beberapa tahun yang lalu , dan sampai dengan saat ini belum terselesaikan.

“Atas dasar itu kami punya traumatik jangan sampai kita mengulang kesalahan yang baru lagi. Maka dengan itu fraksi GPN menolak hal itu, dan kami dengar Pan Juga menolak. Dengan tegas kami dari fraksi gabungan GPN sekali lagi menolak tentang rencana tukar guling tersebut,” pungkas Mujib.(San)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.