Dinas Pendidikan Usung Konsep Kerajaan Singosari Dengan Sang Rajanya Ken Arok Dalam Pawai Budaya 2023

Nganjuk, Beritaterbit.com – Dalam rangka memeriahkan Hut Kemerdekaan RI ke-78 Pemerintah Daerah Nganjuk mengadakan pawai budaya 2023. Dalam kegiatan pawai budaya, Dinas Pendidikan Nganjuk mengambil konsep Kerajaan Singosari lengkap beserta abdi dalem dan pasukan kerajaan. Hal ini digambarkan mulai dari Sekdin dan Kasi-kasi Dinas Pendidikan beserta staf dan karyawan.

Acara yang dimulai dari start di Stadion Anjuk Ladang dan finish di kantor Pemerintah Kabupaten Nganjuk atau depan pendopo kabupaten.

Kasi Sarpras Restiyan (kiri), Kabid SD Alwi (kanan).

Pawai budaya dan pembangunan yang juga bisa mempromosikan Kabupaten Nganjuk dari mulai budaya dan pembangunan serta pariwisata. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Nganjuk Sri Handarningsih pada sambutannya sebelum memberangkatkan kontingen pawai budaya dan pembangunan, Minggu (20/8/2023).

Sedikit sejarah konsep yang diusung Dinas Pendidikan dalam pawai budaya kali ini yakni salah satu kerajaan yang berada di nusantara, kerajaan yang dipimpin oleh sang raja Ken Arok.

Pendiri Kerajaan Singasari adalah Ken Arok. Namun asal usul Ken Arok sendiri idak jelas. Menurut kitab Pararaton, Ken Arok adalah anak seorang wanita tani dari Desa Pangkur (sebelah timur Gunung Kawi). Para ahli sejarah menduga ayah Ken Arok seorang pejabat kerajaan, mengingat wawasan berpikir, ambisi dan strateginya cukup tinggi. Hal itu jarang dimiliki oleh seorang petani biasa.

Pada mulanya Ken Arok hanya merupakan seorang abdi dari Akuwu Tumapel bernama Tunggul Ametung. Ken Arok setelah mengabdi di Tumapel ingin menduduki jabatan akuwu dan sekaligus memperistri Ken Dedes (istri Tunggul Ametung). Dengan menggunakan tipu muslihat yang jitu, Ken Arok dapat membunuh Tunggul Ametung. Setelah itu, Ken Arok mengangkat dirinya menjadi Akuwu di Tumapel dan memperistri Ken Dedes yang saat itu telah mengandung.

Barisan yang menggambarkan pasukan Kerajaan Singosari.

Ken Arok kemudian mengumumkan bahwa dia adalah penjelmaan Dewa Brahma, Wisnu, dan Syiwa. Hal itu dimaksudkan agar Ken Arok dapat diterima secara sah oleh rakyat sebagai seorang pemimpin. Tumapel pada waktu itu menjadi daerah kekuasaan Kerajaan Kediri yang diperintah oleh Raja Kertajaya atau Dandang Gendis. Ken Arok ingin memberontak, tetapi menunggu saat yang tepat. Kemudian pada tahun 1222 datanglah beberapa pendeta dari Kediri untuk meminta perlindungan kepada Ken Arok (dikutip dari blogspot).

Reporter: Gendro

Editor: Wulan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.