Aktivis Pendidikan Akan Laporkan SDPM untuk Pendidikan SMAN 1 Kota Mojokerto ke Gubernur

Mojokerto, beritaterbit.com – Menyikapi Keluhan walimurid SMAN 1 Kota Mojokerto, terkait Sumbangan Dana Partisipasi Masyarakat (SDPM) untuk Pendidikan SMAN 1 Kota Mojokerto. Sejumlah elemen masyarakat yang mengatasnamakan Aktivis Pendidikan dan Lingkungan Mojokerto akan melaporkan dugaan pungutan liar (Pungli) tersebut ke Gubernur Jatim.

Hal ini disampaikan Suhadak, Aktivis Peduli Pendidikan dan Lingkungan Mojokerto, saat memberikan keterangan Pers kepada beberapa awak media di Sekretariat Yaisra, Sabtu (11/7/2020).

“Dalam waktu dekat, akan kita layangkan surat pengaduan ke Gubernur Jawa Timur,” tegas Suhadak.

Dikatakan, walimurid sudah membayar yang namanya daftar ulang, juga ada dana Biaya Operasional Sekolah (Bos), kok masih ada biaya yang mengatasnamakan sumbangan.

“SDPM untuk Pendidikan SMAN 1 Kota Mojokerto ini benar-benar dikeluhkan dan memberatkan walimurid, apalagi nilainya mencapai angka jutaan rupiah,” tandasnya.

Saat ini, lebih lanjut dikatakan Suhadak, pihaknya bersama aktivis lain sedang mencari bukti tambahan dan mengumpulkan tanda tangan walimurid untuk tambahan laporan.

“Sepertinya, Kasek SMAN 1 Kota Mojokerto memang tidak mengindahkan himbauan Gubernur Jatim yang intinya, seluruh SMA / SMK Negeri di seluruh Jawa Timur dilarang melakukan pungutan wajib.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sejumlah walimurid SMAN 1 Kota Mojokerto mengeluh dan keberatan atas kebijakan sekolah yang menarik biaya dengan dalih Sumbangan Dana Partispasi Masyarakat untuk Pendidikan. (arie)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.